Share:

Setelah satu tahun hiatus, mahasiswa arsitektur interior, berkolaborasi dengan Departemen Arsitektur Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan acara tahun prestisius, AFAIR (Architecture Fair) UI 2018. Tahun ini, Gedung UI Art Center yang baru saja diresmikan terpilih menjadi lokasi acara tersebut.

Mengusung tema “Architecture as Catalyst”, AFAIR 2018 ketujuh kalinya ini bertujuan untuk mengekspos arsitektur yang dapat berperan sebagai stimulan; sebuah penggerak suatu perubahan positif yang memberikan dampak langsung maupun tidak langsung, baik dalam segi sosial maupun ekonomi, dalam skala individu, komunitas, maupun kota.

Mengikuti jejak pre-event yang telah sukses dilaksanakan pada September lalu di Fakultas Teknik UI, main event ini akan memamerkan karya terbaik dari mahasiswa yang bervariasi dari karya studio desain sampai dengan respon isu-isu aktual dengan pendekatan berbaris urban.

AFAIR UI
AFAIR UI

Melalui AFAIR 2018, Departemen Arsitektur UI ingin mengekspos kesempatan menyenangkan dari seorang arsitek untuk menggunakan keahlian mereka dengan memahami konteks sekitar dalam menghasilkan sosulis rancangan yang berdampak, dimana pada saat yang sama mengeksplor dan memberikan kesan tersendiri bagi ruang-ruang ini, terutama ruang-ruang residual  dan yang terlupakan. Selain display, mock-up, instalasi dan berbagai ragam visualisasi, AFAIR juga akan menunjukkan konten dalam sebuah rangkaian pameran yang mengusung tema utama tersebut.

AFAIR UI
AFAIR UI

Tidak hanya mengadakan pameran, AFAIR 2018 juga menyelenggarakan kompetisi desain bertema “Lost and Found” yang diikuti oleh peserta dari seluruh dunia. Lima finalis terbaik kemudian akan mempresentasikan idenya pada main event. Acara ini juga akan mengadakan workshop arsitektural untuk siswa/i SMA-sederajat dan beberapa talkshow dengan pembicara terkemuka, diantaranya Gunawan Tjahjono, Budi Pradono, dan Boy Bhirawa.

AFAIR UI
AFAIR UI