Share:

Jakarta, 14 Desember 2017 – TOP Coffee – kopinya orang Indonesia produksi Wings Food bersama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) telah mengumumkan pemenang TOP Generation Challenge, program inisiatif TOP Coffee dengan tujuan membantu dan mendorong generasi muda usia 18-35 tahun untuk menciptakan inovasi memanfaatkan perkembangan digital dan membangun usaha rintisan secara kreatif. Program ini merupakan bentuk komitmen Top Coffee dalam mendukung pemerintah mencanangkan gerakan 1000 start up dalam rangka meningkatkan peran digital di Indonesia.

Sejak Agustus 2017, TOP Coffee telah roadshow ke Universitas di Jakarta, Medan, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung untuk membekali mahasiswa mengenai usaha rintisan. TOP Talkshow telah merangkul sebanyak 500 mahasiswa untuk dibekali cara berwirausaha bersama Andrew Darwis dari
sisi komunitas digital dan Niluh Djelantik dari sisi pelaku merek lokal, juga BEKRAF yang mendampingi. Selain TOP Talkshow, juga ada Pop up market sebagai bukti nyata yang harapannya dapat menginspirasi mahasiswa.

ok
Pemenang Kompetisi Startup TOP Generation Challenge

TOP Generation Challenge terbagi atas 2 kategori, yaitu pre-startup; ide usaha rintisan yang telah memiliki perencanaan usaha dan sedang mencari pasar dan startup; usaha rintisan tahap awal yang baru berjalan dan masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan produk atau layanan untuk membangun pasar. Dari seluruh konsep ide bisnis yang masuk, dipilih 10 peserta terbaik ke Jakarta untuk mendemonstrasikan konsep bisnis mereka di hadapan keempat juri, yakni Hanifah (PLT Direktur Akses Non Perbankan Bekraf), Andre (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya), Andrew Darwis (Founder Kaskus) dan Niluh Djelantik.

Sebanyak ribuan proposal telah masuk di www.TopGeneration.id dan telah terpilih juara pertama hingga ketiga di kategori start up, yaitu SIAB (Siap Air Bersih), Roneag Shoes dan Sambal Ayam Goged; Kategori pre-startup GENUS Apps, Trash Farm Apps dan Bantu Parkir. Pemenang diberikan modal bantuan dana dengan total senilai 450 juta rupiah. “Kriteria penilaian Dewan Juri mengacu pada kekuatan, originalitas ide kreatifitas, potensi dan data, serta dampak sosial. Kami harap terus tumbuh startup muda kreatif lainnya demi kemajuan perekonomian Bangsa,” ujar Andre, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada TOP Coffee karena mau mendukung generasi muda untuk merealisasikan mimpinya untuk berwirausaha. Kami akan menggunakan tambahan modal dari Top Coffee untuk mengembangkan fitur Recycle secara digital, jadi setiap orang bisa mendapatkan air bersih hanya dengan sekali klik dari Smartphone dan mendistribusikan alat ini ke daerah yang mengalami krisis air bersih, juga pengembangan big data dengan Narrow Bands-Internet Of Things,” ujar pemilik aplikasi SIAB, juara pertama kategori startup.

“Selamat kepada para pemenang Top Generation Challenge. Ini merupakan komitmen TOP Coffee untuk menciptakan generasi muda pemimpi, pekerja keras, penyuka tantangan, generasi yang konsisten dan berintuisi tajam, generasi para creator dan inspirator. Jadilah TOP Generation sekarang,” ujar Edward Christian Djaja, Product Manager TOP Coffee.