Share:

Polkageng, kemarin Jumat (09/06) ada acara seru loh yang diisi oleh Glenn Fredly di Masjid Cut Meutia Menteng. Lo tahu nggak acara apa itu? Yap, Ramadhan Jazz Festival. Lo datang nggak kemarin, Polkageng?

Kalo nggak dateng, sayang banget… lo harus nunggu tahun depan deh. Tetapi, santai… Polka akan ceritakan di sini, ya…

Kemarin Jumat, Glenn nggak hanya sekadar nyanyi aja tetapi doi juga membawa pesan-pesan damai di setiap lagu dan bridgingnya sebelum menyanyikan lagu hitsnya. Selain itu juga doi membawakan materi lagu yang bisa dibilang membawa pesan toleransi bagi kita semua, Polkageng.

Emang seharusnya seperti ini ya…

(Baca juga: Ramadhan Jazz Festival Siap Menghibur Lo dengan Notasi-notasi Jazz di Malam Ramadan Tahun Ini!)

Glenn memeriahkan pembukaan Ramadhan Jazz Festival dengan sempurna

Glenn Fredly
nggak pernah gagal undang Glen di acara jazz via dok. Polka.id

Walaupun doi bukan beragama muslim, di acara kemarin doi menggunakan pakaian koko putih gitu, Polkageng. Doi membuka Ramadhan Jazz Festival dengan lagu “You Are My Everything”. Sontak para penonton yang sudah menduduk Plaza Masjid Cut Muetia pun riuh gemuruh dan bernyanyi bersama.

Setelah itu, doi lanjut dengan lagu “Sekali ini Saja”. Penonton pun seakan sudah siap untuk bergalau ria pada malam Sabtu itu. Sebelum lagu dimainkan, doi menyapa pengunjung, “Ini adalah bulan terbaik untuk silaturahmi. Mungkin setelah tarawih ketemu mantan di masa lalu,” ujar Glenn.
Penonton langsung membalas itu dengan berbagai ekspresi yang tentu membuat suasana menjadi sangat bersemangat.

Glenn Fredly dan pesan toleransi yang dibawanya

Glenn Fredly
doi juga bawa pesan-pesan damai via dok. Polka.id

Setelah itu, Glenn mulai membawa pesan-pesan toleransi disetiap lagu yang akan dimainkannya. Lagu pertama yang ia bawakan adalah “Tinggikan”. Lagu tersebut merupakan original soundtrack dari “Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Doi berujuar, “Di Maluku kami sudah pernah merasakan bagaimana agama dipolitisasi, jadi jangan sampai daerah lain juga, Kami sudah bisa dan sekarang hidup dengan toleransi.”

Semua penonton melihat nanar dan semuanya bertepuk tangan ketika Glenn menceritakan kisah dibalik lagu tersebut.

Semua penonton menimakti setiap irama yang Glenn dan bandnya, The Bakucakar bawakan. Belum tuntas keasyikan lagunya, Glenn langsung membawakan lagu “Rame-rame“, lagu daerah Ambon. Penonton bersorak.

“Setiap saya di jalan, mau yang berhijab kah mau yang tidak, mereka berdansa di jalan teman-teman,” ujar Glenn.

Seakan tak ada lelahnya, doi juga membawakan lagu “Timur” yang dimedley lagu “Rasa Sayange“. Ditengah-tengah lagu tersebut, doi mengatakan bahwa Indonesia nggak hanya Jakarta saja. Hampir semua daerah bisa hidup berdampingan dan bertoleransi.

Keren ya pesan yang doi bawakan, Polkageng.

Nah sebagai penutup penampilannya, doi membawakan lagu galau andalanya yaitu ‘Kasih Putih’. Seluruh penonton sontak terenyuh dan tidak malu-malu menyanyikannya.