Share:

Perrhelatan Jazz bersejarah di Indonesia baru saja diadakan Minggu (2/12) lalu di FEB Universitas Indonesia. Acara Jazz terlama di Indonesia ini memang selalu ditunggu-tunggu oleh kaum penikmat musik Jazz.

Mengusung tema “Bring The Jazz on!” 41st JGTC ingin terus semarak mempertahankan eksistensi Jazz di Indonesia pada usianya yang sudah melewati 4 dekade. Tema musik ini juga diharapkan dapat mengobarkan semangat penikmat musik Jazz untuk terus merayakan dan menikmati Jazz.

Tahun ini JGTC banyak sekali mendatangkan musisi-musisi yang hits pada awal tahun 2000-an seperti Glenn Fredly, Reza Artamevia, Warna, Project Pop, hingga Boyzlife duet gabungan antara Boyzone dan Westlife.

Aksi Musisi Tahun 2000-an yang Enggak Kalah Seru

Seperti yang diketahui para musisi tersebut merupakan pencetak hits pada tahun 2000-an awal. Walaupun Glen Fredly masih dielu-elukan hingga saat ini, sepak terjang bermusiknya sudah cukup lama, terbukti saat penampilannya di JGTC kemarin, penontonnya terdiri dari berbagai macam usia. Terserah, Akhir Cerita Cinta, hingga Kasih Putih cukup membangkitkan memory penonton pada awak tahun 2000-an. Bahkan lagu duetnya bersama Audy Item dinyanyikan dengan penuh emosional oleh pria 43 tahun ini.

Selain itu perfomance dari Glenn, penampilan Project Pop juga mengundang gelak tawa para penonton di stage Kopiko sore itu. Penampilan Tika Panggabean CS bisa dibilang mengobati kerinduan para generasi millineal. Lagu hits mereka seperti “Ingatlah Hari ini” berhasil membuat penonton haru biru karena mengingat salah satu personel mereka Oon yang dipanggil terlebih dulu oleh Tuhan YME.

Tak hanya penampilan Project Pop, penampilan dari Grup Warna  juga berhasil bikin salah satu panggung JGTC heboh. Selain mebawakan lagu hiits mereka “Rindu Ini”, Warna mengenang terakhir kali mereka tampil di JGTC. “Terakhir kali kami ke JGTC, semua 10 tahun lebih muda. Selanjutnya, ini lagu yang dirilis 1998. Sudah lahir, belum? Dulu waktu lagu ini dibawain, (mendengar) intro saja orang sudah klepek-klepek!” ujar Ary sebelum membawakan lagu ‘O Ya’.

Penampilan malam itu juga ditutup oleh seorang Diva yang karyanya selalu diingat. Yups, Reza Artamevia menutup acara JGTC yang ke-41 dengan meriah. Lagu hitsnya seperti Aku Wanita, Satu yang Tak Bisa Lepas, hingga Berharap Tak Berpisah yang menutup festival meriah ini.

Pada malam itu Reza juga mengatakan kalau ia sudah sejak lama ingin manggung di JGTC. “Dari zaman saya ABG, sudah main band. Dari SMP pengin banget tampil di JGTC. Ini ke-41, ya? Enggak beda jauh sama saya,” ujarnya, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia.

Kunto Aji hingga Teddy Adhitya Enggak Kalah Seru Sama Para Legend

JGTC tak hanya dimeriahkan oleh musisi-musisi awal tahun 2000-an. Teddy Adhitya ikut memeriahkan acara Jazz terlama di Indonesia ini. Mengajak Enrico Octaviano sebagai salah satu additional player ini membuat aksi panggungnya terlihat lebih apik. Ia juga sangat senang, walaupun harus tampil di sore hari, banyak penonton yang antusisa melihat perfomence dari penyanyi lagu “Let Me” ini.

Teddy Adhitya  sempat memiliki grup vokal bernama Boys II Boys yang digawangi oleh Kunto Aji salah satunya memang punya kualitas musik yang enggak usah diragukan lagi. Soalnya Kunto Aji sendiri ikut memeriahkan pagelaran JGTC malam itu. Pada panggungnya ia membawakan lagu pamungkasnya dari album kedua “Topik Semalam” dan “Pilu Membiru” yang mana menjadi kali pertamanya membawakan lagu dari Album kedua miliknya.