Share:

Malam puncak acara Jazz goes to Campus (JGTC) yang ke-40 baru saja digelar Minggu 26/11 di FE UI. Nuansa Jazz di tahun ini enggak terlalu berasa saat melihat guest star yang meramaikan acara jazz ini. Disebabkan rangkaian event Jazz tertua di Indonesia mengusung tema “Jazzing Through Decade” yang ingin memberikan nuansa beragam dari acara jazz pada umumnya.

Suasana mendung dan hujan cukup lebat enggak membuat acara ini kehilangan antusias penonton. Walaupun pengunjung dilarang membawa payung karena takut menghalangi penonton, panitia menyiasatinya dengan jas hujan yang ikut diperjual belikan di dalam venue acara. Terbagi dalam kategori premium dan non premium, tahun ini JGTC memperluas space kategori kategori seat premiumnya.

Engga cuma itu, perbedaan dari tahun ini juga terlihat dari tata letak panggungnya yang agak sedikit berubah, sehingga mampu menampung banyak penonton di dalamnya. Salah satunya Peruri Stage buat para penelisik yang hadir untuk menyaksikan cewek 27 tahun yang baru aja mengeluarkan Album “Lintasan Waktu” tahun ini. Di bawah rintikan hujan penonton tetap antusias melihat aksi panggung Danilla Riyadi.

Dibuka dengan lagu “Kalapuna” Danilla memasuki panggung dengan khasnya yang masih memegang rokok, yang membuat para penonton bersorak sorai semakin kencang. Tak sampai di situ, Danilla juga memberikan candu pada setiap penyelisik dengan lagu-lagu Album baru seperti Meramu dan Ikatan Waktu Lampau, AAA, dan pastinya Lintasan Waktu.

Suasana selepas magrib tak hanya dimeriahkan oleh Danilla melainkan banyak musisi lainnya seperti Gerald Situmorang Trio, Fariz RM, Maliq D’essential dan masih banyak lainnya.

CF4FB637-83FC-4CC0-BF54-DE03E278D5F8

Banyak musisi menyuguhkan lagu barunya di JGTC

JGTC ke 40 menjadi ajang show off para musisi yang ikut meramaikan acaranya. Tak sedikit musisi yang menampilkan. Lagu barunya pada event ini salah satunya itu Vira Talisa yang menjadi salah satu guest star yang ditunggu-tunggu di panggung JGTC. Saat ini cewek yang masuk nominasi AMI Awards 2017 ini memang sedang mempersiapkan project Album ke-2nya.

“Kebetulan gue lagi projek album ke dua, dan gue punya lagu special untuk JGTC yang baru dibuat jam 3.30 pagi tadi dan akan gue bawain sekarang judulnya Janji Wibawa,” kata Vira di panggung Nescafe kala itu. Selain Vira Talisa ada Jass Mben Senen, dan Tubeluss Nitrogen yang juga menampilkan lagu pertama mereka yang baru secara live.

Instrumental Kekinian a la JGTC

Bisa dikatakan enggak afdol kalau acara Jazz enggak menampilkan musisi-musisi instrumental yang lekat banget kaitannya sama Jazz. Namun tahun ini JGTC memberikan sense of different instrumentaly Jazz di acaranya. Penampilan dari Gerald Situmorang Dimensions memberikan sentuhan jazz instrument berbeda dari genre ini pada umumnya.

Banyak yang kenal Gerald sebagai bassis Barasuara, namun sebelum ia menjajal bass, dia adalah gitaris jazz andal yang bolak balik masuk nominasi AMI Awards.

Panggung JGTC menjadi panggung kedua Gerald untuk menampilkan karya elektrik style of gitarnya. Dengan komposisi Synthesizer, piano elektrik, engineering sound, dan elektrik simple drum. Lagu instrument seperti Dimensions, Pararel Univers, Denyut Kehidupan, dan Dice dimainkan dengan apik, rapi dan Jazz sekali.

JGTC ke 40 menjadi salah satu event Jazz yang diadakan FE UI dengan konsep yang sangat matang, mulai dari rundown acara, musisi yang tampil, hingga sound yang sangat baik di panggung Al Mckay All Stars. Terbilang acara kampus, JGTC selalu punya warna sendiri, karena diadakan di musim hujan dengan bintang internationalnya yang mengundang masa.

Overall, mulai dari para penampil sampai kualitas sound yang sangat baik JGTC sekali lagi puaskan penggemar musik jazz yang tiap tahun hadir. Sukses terus buat JGTC di tahun-tahun berikutnya!

(Aisyah Nurrahmah)