Share:

The Cat Police, grup musik dari Tangerang berusaha merekam apa-apa yang ada di sekitar mereka beberapa waktu terakhir dalam sebuah Extended Play (EP) bertajuk “Mirror, Mirror on the Wall”. Setelah mengeluarkan album “Tropical Industries” pada tahun 2016, tahun ini menjadi waktunya The Cat Police kembali hadir sebagai seorang teman lama yang datang dengan cerita baru lewat enam lagu dalam EP mereka.

“Mirror, Mirror on the Wall” merupakan mini album terbaru dari The Cat Police. “Dead Rats” mengawali EP mereka dengan membuka ruang untuk beradaptasi. Berusaha memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar kegelisahan, apakah rasa takut atau rasa amarah?

Track kedua “Petualang Si Bujang”, masih dengan napas yang tidak jauh berbeda. Soal perjalanan, soal pencarian. Si Bujang bisa jadi benar-benar ada di lingkungan terdekat kita. Atau, bisa jadi kita?

“Nabi Urban” masuk dengan santai di track berikutnya. Tanpa pretensi apapun, lagu ini menyoroti fenomena ‘nabi-nabi’ baru yang kerap muncul sebagai suatu hal yang mungkin saja wajar terjadi.

Masuk ke “The Eyes May Wander” pada track keempat, The Cat Police mengajak untuk sama-sama berefleksi. Begitu pun dengan track kelima. “Sunny Day Is Over”, yang menjadi single andalan mereka dan telah rilis lewat video musik di channel youtube The Cat Police.

Pada track terakhir, “Waktunya Pulang”, menutup keseluruhan EP dengan manis. Track ini penuh kekhawatiran. “Tak bisa ditebak kapan datang // Diambil dari tubuh kerontang usang // Menari-nari di suka duka”.

“Mirror, Mirror on the Wall” memang tidak sedang bercerita soal ketakutan menjadi dewasa, tapi boleh jadi mewakili kegelisahan masa muda, bisa menjadi pengantar untuk mengakrabi diri sendiri, mengambil rehat untuk sedikit berkontemplasi, dan mengagumi bagaimana sisa hidup ini berjalan.